Lesson from Little Kids

Standard

Saya ingin membagikan apa yang Tuhan ajarkan kepada saya melalui anak-anak kecil. Jadi liburan barusan ini saya ke Surabaya dan berkesempatan mengajar anak-anak kelas kecil (usia balita 0-5,5 tahun). Setiap Sabtu sore ada Sabtu Ceria untuk anak-anak di daerah perumahan saya dan tahun ini saya komit untuk fokus bantu pelayanan anak karena sebelumnya saya ikut remaja dan pemuda pada hari dan waktu yang sama. Hal menarik sekaligus jadi pergumulan adalah saya tidak terbiasaan dengan usia balita apalagi mereka belum bisa banyak interaksi selancar usia yang biasa saya hadapi di sekolah. Apalagi ditambah dengan kebutuhan khusus dari oknum-oknum tertentu yang membuat saya harus ekstra perhatian walaupun dengan keterbatasan waktu dan komunikasi. Ketika iman saya begitu lemah menghadapi situasi ini yang walaupun terkesan sepele tapi disitulah saya belajar bergantung pada Tuhan lewat doa. Saya juga coba mempersiapakan dengan baik menggunakan metode atau strategi lain yang kreatif serta menarik. Tuhan pun bekerja melalui apa yang saya gumulkan dan malah saya belajar dari anak-anak balita ini. Tidak hanya mereka mampu memperhatikan dengan baik tapi sayapun terberkati ketika melayani mereka. Ditambah melihat kesetiaan mereka walaupun sebagian besar bukan dari keluarga Kristen tapi mereka begitu semangat untuk datang dan belajar. Saya jadi ingat mengapa Tuhan Yesus ajarkan murid-muridNya termasuk kita untuk belajar dari anak-anak karena memang betul mereka yang memiliki kerajaan Allah dan mereka tulus apa adanya dihadapan Tuhan. DALAM IMAN YANG LEMAH SAAT MELAYANI MALAH DIKUATKAN DARI SIKAP HATI ANAK-ANAK KECIL.

Picture1

Theme Song Reday 2017

Standard

Theme Song Re-day (Retreat & Refreshing Day) 2017
Soli(d)tude

Verse:
Because of Your grace
By the blood of Christ
You set us free

Because of Your love
We are here oh Lord
To worship You

Pre-chorus:
We need Your Words oh God
Light the way of our lives
Guide us into Your heart
Like a clay in Your hands
Mold us into Your plan
By Your blessing we’ll shine

Chorus:
Here we are in Your grace
Make us solid, make us one
So the world will see Your light and praise Your mighty name

Here we stand hands in hands
Make us solid, make us one
Let Your kingdom reign on us
So we are ready

Ending:
Solid, solid… solitude 3×
Solid, solid… solituuuuude
So we are ready 3x

Setelah setahun saya vakum tidak posting apapun di blog karena memang belum ada niat dan tahun 2016 cukup berat serta banyak hal yang saya kerjakan, akhirnya tahun ini saya mulai kembali dan muncul mewarnai blog ini. Tiba-tiba muncul karena ingin kembali dalam dunia menulis dan berbagi cerita. Jadi, ini yang saya bagikan adalah lirik lagu buatan sendiri bersama dua teman musisi saya. Sebenarnya, saya secara pribadi tidak ada ide mau buat lagu seperti apalagi dengan hasil yang seperti kalian barusan baca di atas. Karena terakhir saya buat lagu adalah waktu SMA begitu dan itupun sudah tidak dinyanyikan lagi. Namun, untuk kali ini memang saya begitu semangat untuk menciptakan lagu dan sudah ingin sekali memiliki theme song untuk kegiatan retreat pemuda gereja.

Latar belakang lagu ini mengenai anugerah Tuhan ketika kita berkumpul dan bersatu untuk memuji dan menyembah Tuhan. Jadi, salah satu teman saya punya konsep briliant apalagi didukung dengan kapasitas musiknya yang bagus (alumin jurusan musik dan sekarang dosen musik juga) dia menuliskan lirik lagu. Dengan ide dan konsep briliant yang dikemukan, beliau berhasil buat verse hingga pre-chorus. Hasil yang beliau buahkan makin memicut semangat saya untuk berkarya karena ide dan konsep saya sebelumnya berserta rekaman kasar masih jauh dari citarasa musik yang patut dinikmati. Hasil karya beliau patut dinikmati namun memang sayangnya beliau belum sempat menyelesaikan hingga akhir karena beberapa kendala. Kendala-kendala yang ada pun malah makin membuat tekad saya pun bulat untuk berkarya dalam waktu yang terbilang singkat untuk meneruskan karya beliau hingga selesai. Dalam setengah hari saya dan teman saya satu lagi (anak remaja gereja) membuat nada dan lirik untuk chorus dan ending. Proses pembuatan nada cukup cepat tapi memang untuk lirik cukup butuh waktu dan mengasah otak. Hal yang paling menarik dan kami nikmati yaitu ketika semua sudah jadi namun harus terus latihan nada berserta lirik dengan tepat hingga seperti yang diharapkan. Setelah dikonsultasikan dengan beliau (sang ahli musik) dan kami samakan persepsi nada yang dimaksud, akhirnya kami berhasil membuat lagu tema reday 2017 dalam kurang lebih 2-3 bulan saja. Hal yang menurut kami mustahil yaitu memasukkan kata tema retreat yaitu “solidtude” namun karena lagu ini bahasa Inggris dan dengan ide nada yang mendukung jadi kata “solidtude” muncul di tengah kemustahilan.

Komentar teman-teman yatiu nadanya dan juga liriknya mudah diikuti. Mereka bilang kalau lagu ini bagus dan mereka senang memiliki lagu ini sebagai theme song reday 2017 KPPZ (Komisi Pemuda Pemudi Zion) GKKA I-UP, Indonesia.

Outreach Children Ministry at Punggur

Standard

As I prepare teaching lesson for children ministry, I search my lesson material on my blog. While I opened my blog, I noticed that it has been long time I haven’t post any sharing or story. Last time I posted on January of this year. Now, it almost the end of 2015 and somehow in my heart really want to post stuffs on my blog again. Since, I did foolish and careless thing as a writer which made me felt so down and abstain to post anything. However, this month I decided to get up and stop feeling guilty and so wrong about the past.

 

So, welcome to my blog and thank you for visiting. Here I’m back with much of gracious stories from my life.

 

I ought to share about my last children and youth ministry at my sister church (GTI Bukit Zaitun Batam). It was such a great blessing that I can partake God’s ministry here at Batam. I’m not only as intern student or student-teacher but I get opportunity to richly experience and learn in every weekend about children ministry especially how to deal children with low social economic background and different ways of life style.

            One thing I really from me: whatever state I am and condition that I face, it is important to be faithful in serving the Lord. Faithful in the term of being responsible in what God and His church have trusted me to be. Whether I felt sad, angry, or happy I learn to exhort myself to be faithful and consistently help children ministry at Punggur (an area at Batam). At first, I kind of take it lightly this ministry and seem there is no essential problem. However, over the time I notice that there’s much chaotic among them and how my heart respond not that right every time children had hard time to listen and pay attention. It’s a challenge for me to calm 90-100 children every Saturday while the time of praise and worship. In the view of God’s grace, I always experience joy in His presence as I led praise and word. Whatever, week I had been through which can affect my emotional those will not consume my joy in serving God. As I remember Scripture in Nehemiah 8:10 b (ESV) “And do not be grieved, for the joy of the LORD is your strength.” In every up and down of my life, those can’t hinder my zealous spirit in serving the Almighty God. Believing that the joy of the Lord in His presence in my only strength. A strength to be a blessing to those children also a strength whenever I led praise and worship, and tell them Bible story in classes.

            Personally, what I experienced it’s not just a grace but spiritual miracle inside of me. To have a heart of serving even though sometimes struggling in my physically or emotionally limitations. There’s always price to pay in serving Him. God purified my heart rather than my physical present in that Sabtu Ceria. God opened my eyes to see with compassionate those children who really need the truth of the Gospel and how Gospel need to be applied in their lives. They need much knowledge about who God is and how God is in their lives. So, may the renewing of their minds affect their attitudes and behaviors and they can be called children of God. This in my personal prayer that God uses this outreach children ministry at Punggur to testify His love and kindness to neighborhood there so they can know who God is and believe Jesus as their only Savior. 

Saat Teduh 06 Jan 2015

Standard

“AWAL MULA PELAYANAN”
Matius 4-6

•Matius 4:1-2  Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
–> Hal ini menarik dan bila dihubungkan dengan ayat sebelumnya pernyataan dari Allah Bapa begitu berkuasa. Pencobaan yg TY hadapi dengan penuh kuasa dan ditambah juga dengan puasa. Aku diingatkan perlunya terus bersandar pada kuasa Allah. Terus dipenuhi kuasa Allah lewat menjaga keintiman seperti saat teduh, doa, dan puasa. Puasa bikin aku makin sadar begitu lemahnya aku agar terus bersadar pada kehendak Tuhan.
•Dari 3 pencobaan dalam ayat 3-10
–> lewat contoh TY, harus melawan iblis dengan Firman Tuhan. Sekali lagi ditekankan mengandalkan kuasa Allah.
• Matius 4:16-17  bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
–> Setelah terus diajar taat kehendak Bapa dan mengandalkan kuasa Allah, aku diingatkan tentang pelayanan. Bagaimana dengan lewat hidupku dan perkataanku menceritakan kabar baik. Semester ini mau memperbaiki integritas yang masih kurang dan mau jadi teladan.
•Ayat 8-25 TY memanggil murid-murid yg pertama. Dia rindu menginvestasikan hidup lewat pemuridaan. Dia mengajar dan menyembuhkan banyak orang.
–> Harus makin bertumbuh juga berbuah, melipatgandakan jiwa-jiwa lewat pelayanan/pemuridaan. Aku diingatkan untuk menggunakan kesempatan & talenta untuk mengerjakan tanggungjawab di asrama jg kampus dgn beberapa org yg Tuhan bebankn untk dilayani
•Mat 5:1-12 BERBAHAGIALAH….
–> Bagi dunia mungkin hal2 yg TY katakan tidak masuk akal dan mustahil untuk mendapatkan bahagia. Aku dibukan bahwa ucapa bahagia TY tuh beda dengan manusia dgn pandangan kekal dan dinilai untuk kekekalan. Diingatkan dalam pelayanan/pemuridaan: There’s nothing is wasted! Ndak ada yg sia-sia, kalau tulus & sesuai kehendak Tuhan akan berbahagia. Siap untuk jadi garam dan terang yang menuliakan Bapa di surga (Mat 5:13-16).
–> Mat 5:17-48 Yesus & hukun Taurat
19b tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
– Terus ditekankan untuk jadi pelaku FT dan stop jadi alien (tau banyak tapi hati dan tindakan kecil)
20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
-Punyai mentalitas bahwa hidup bukan saja melakukan agamawi tetapi melakukan FT & mengasihi TY
37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
– iya.. iyaa.. kalau enggak… enggak, karena itu aku perlu peneguhan dan tuntunan Tuhan dalam mengambil keputusan hidup
41  Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
– aku diingatkan untk rela kasik yang lebih yg terbaik bukan ecek2 aja, perlu korban ingat there’s nothing is wasted dalam Tuhan
Penutup – jadi sempurna seperti Bapa di surga, ingat bukan insta tapi proses dan mau bersedia dibentuk
•Mat 6 – Secara detail TY jelaskan bagaimana dalam keseharian kita hidup untuk makin melakukan kehendak Tuhan dan terus hidup benar dalam pelayanan
1  “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
–> Jujur gampang sih ‘go with the motion’ hanya sekedar melakukan dan rutinitas bahkan dalam ibadahpun, tapi lewat FT diingatkan kalau harus terus jaga motivasi hati dan lihat motivasi yaitu cinta Tuhan bukan sekedar dilihat org
•ayat 5-24 tentang hal berdoa, hal berpuasa, hal mengumpulkan harta
–> Diingatkan bagaimana melakukan dengan rendah hati dan tulus dihadapan Tuhan. Aku harus mencondongkan hati pada Tuhan. Aku belajar koreksi diri karena hati mudah bercabang jg pikiran
25 “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
–> Belajar tetap percaya Allah adalah Allah El-Shadai. Dia yang mencukupi. Terus berjuang dengan pertolongan Roh Kudus untuk tidak kuatir. Cari kehendak harus menjadi prioritas hidup.

MERRY CHRISTMAS 2014 and
HAPPY NEW YEAR 2015!

Terus dukung dan doakan agar Tuhan makin memakai saya lewat blog ini.

To God be the glory

“Knowing God’s Will”

Standard

Speaker: Rev. Mitchell 👨

●How do I find the will of God?
1# Biblical angle to know God’s will
2# What is God’s will for my life?
image

●THE FOUR PART METRIC (>> How do I find the will of God?):
1) Scripture- Can you be a hired gun for killing? (Isa 30:21; Jer 6:16; Ps. 119:105)
-How do I know God’s will?
2) Counsel- Look to people who have gone before you and can see more than you ( Prov. 19:20)
3) Prayer- Do you have a peace from prayer (Ps. 55:22; 1 Pet 5:7; Phil. 4)
~to dicern the Spirit of God or not
~if you don’t have peace, please don’t act upon yourself because your heart is deceitful
~peace of God which beyond everything with lead you to understanding and right decision
4) Providence- How has God shaped you through your past? What passions has He given you? (Eph. 1:11)
~How God has process you?

●If you want to be God’s army, you need to train yourself to use the Biblical angle to know God’s will.
●What is the will of God for you NOW?
(God’s will is more about WHO you are than WHAT you do!)
1 Thess. 4:3
“For this is the will of God,…….
your sanctification: that you abstain from sexual immorality;”
●SANCTIFICATION…!
God wants you to become like Him!
No matter where He has put you…
●Eph. 5:1-2 – You were loved and to love others
●The LORD is a good shepherd, and you can trust His as He leads you ( Ps. 23). And id you trust Him, you can become like Him.
●In Christ you will find His will for you.
●God doesn’t need you.
He chose you…
He picked you…
He used you…
It’s such a grace.

Reflection: As I strive to guard my heart and to know God’s will, this sermon speaks a lot and so deep tonight.

My Testimony—Growing & Learning About God’s Heart Through Living in Dormitory

Standard

Dua tahun lebih saya mengalami hidup berasrama, dan pada tahun ketiga Tuhan memberi saya kesempatan untuk bergabung menjadi SPV untuk UPHC Girls Dormitory. Pada awalnya bukan hal yang mudah untuk sepenuhnya mengatakan iya ketika tawaran untuk melayani sebagai SPV UPHC Dormitory di tengah masa ketidakpastiaan hidup saya. Jujur dalam pikiran saya sama sekali tidak ada keinginan atau beban untuk berada di UPHC dormitory. Beban pelayanan saya makin saya fokuskan untuk anak-anak kecil dan mahasiswa, karena memang sudah lama tidak berkencimpun di dunia anak remaja. Hal ini menjadi tantangan dan pergumulan bagi saya, pada saat itu saya hanya di beri 3 hari untuk memberi keputusan. Dalam tiga hari saya memakai waktu saya sungguh-sungguh untuk bergumul di hadapan Tuhan dan juga memperlengkapi saya dengan bacaan tentang anak remaja dan juga minta arahan orang-orang yang menjadi mentor saya termasuk orang tua. Peneguhan dan damai sejahtera Allah terus menerus mengejar saya dan Dia makin menyatakan banyak hal tentang pelayanan untuk anak remaja. Satu hal yang pada akhirnya membuat saya berkata iya untuk bergabung di UPHC Dormitory yaitu: saya memahami pentingnya menginvestasikan hidup saya dalam masa pencarian jati diri anak-anak remaja di UPHC, bukan karena saya mampu tetapi Allah melihat seberapa hati saya bersedia untuk dipakai dan dibentuk dalam melayani anak-anak UPHC.

FIX_PRINT

            Selama menjadi SPV, Tuhan mengajar banyak hal hingga saya bisa banyak berefleksi salah satunya: belajar untuk melatih diri bersikap bijaksana dan tenang ketika menghadapi ketidakjujuran dan ketidaktaatan siswa. Bagaimana saya tetap mampun merespon dengan benar dan bijaksana. Secara sadar saya harus mengerti bahwa saya juga pendosa yang tidak layak tetapi mendapatkan anugerah Tuhan untuk mengasihi dan mendisiplin siswa-siswa yang dipercayakan Allah kepada saya agar mereka juga makin dikuduskan dalam pengenalan akan Allah. Proses untuk mengumulkan hati untuk mendidik atau mengajar berawal dari keseharian hidup saya ketika harus menghadapi permasalahan dan tantangan di dormitory. Aku makin melihat bahwa di dormitory lah saya mampu dengan jelas melihat miniatur sebuah kelas sesungguhnya. Kehidupan yang transparan bersama orang-orang yang setiap hari saya bertemu dan saya tetap harus belajar untuk mengasihi seperti Kristus telah mengasihi saya.

DSC03844

Jesus Never too Late to Teach Me Wisdom

Standard

#SONG: “Tak Pernah Gagal Menolong ku”

Hidup ini terasa indah

Bila kasihMu dekat bersamaku Tuhan

Tak mungkin kurasakan

Takut menghadapi semua

Hidup ini terasa tenang

Bila kuhidup dekat dengan Tuhan

Apapun boleh datang

Tuhan pasti b’riku kemenangan

Reff: Aku tahu, Yesus kumampu

Menyelesaikan setiap masalahku

Tiada sedikitpun aku ragu

Dia s’lalu menolongku

Aku tahu, Siapa Tuhanku

Dia t’lah buktikan cintaNya padaku

Yesus tak pernah terlambat

Tak pernah gagal menolongku

Reflection:

Lagu yang lama dan familiar, tiba-tiba tadi pagi waktu menyetrika terus terdengu di hatiku dan secara otomatis aku nyanyikan dan air mata mulai bercucuran. Di saat-saat sulit dan aku menyadari bahwa hal inipun berkat dan sukacita dalam melayani Tuhan walau secara mata manusia adalah penderitaan dan kesulitan yang kuhadapai. Ketika kejujuran menjadi pengharapan, di mana aku sungguh mengharapkan siswi-siswi mengatakan dengan jujur tentang kejadian sebelum study time. Aku belajar menempatkan posisiku untuk tidak menghakimi, berprasangka, maupun menuduh. Tuhan memberi ketenangan, damai sejahtera, dan sukacita bahkan ketika aku menghadapi anak-anak yang semalam tidak memilih untuk langsung jujur. Defen-mekanisme yang mereka lakukan sangat obvious dan aku bisa mengerti dengan jelas bahwa ada yg ditutupi. Satu hal pagi ini Tuhan membukakan jawaban dan sedikit kelegaan sebelum mulai Tuesday Chapel. Aku bersyukur bahwa ada satu anak yang berinisiatif untuk menceritakan mengapa mereka bersikap tidak jujur kemarin secara sengaja dan direncanakan. Ini menjadi kemenangakan dan pengharapku walaupun baru setengah jalan masalah ini terungkap.

Refleksiku sebagai pendidik di masa yang akan datang yaitu belajar untuk melatih diriku bersikap bijaksanan dan tenang ketika menghadapi ketidakjujuran dan ketidaktaatan siswa. Bagaimana aku tetap mampun merespon dengan benar dan bijaksana. Secara sadar aku harus mengerti bahwa aku juga pendosa yang tidak layak tetapi mendapatkan anugerah Tuhan untuk mengasihi dan mendisiplin siswa-siswa yang dipercayakan kepadaku agar mereka juga makin dikuduskan dalam pengenalan akan Allah. Proses untuk mengumulakan hati untuk mendidik atau mengajar berawal dari keseharian hidupku ketika harus menghadapi permasalahan dan tantangan di dormitory. Aku makin melihat bahwa di dormitory lah aku mampu dengan jelas melihat miniatur sebuah kelas dan bahkan sebuah keluarga atau rumah tangga sesungguhnya. Kehidupan yang transparant bersama orang-orang yang setiap hari aku harus belajar untuk mengasihi seperti Kristus telah mengasihiku.